APP SHOP | APPSHOP – PERSYARATAN KONTRAK OEM
17768
page-template,page-template-full_width,page-template-full_width-php,page,page-id-17768,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.2,vc_responsive

APPSHOP – PERSYARATAN KONTRAK OEM

Telepon: 0361-23-8091 / 0361-474-2460

Jam kerja: 09: 00 ~ 17: 00

PERSYARATAN KONTRAK OEM


Persyaratan kontrak OEM (yang selanjutnya disebut Perjanjian Ini) sehubungan dengan layanan OEM (yang selanjutnya disebut Layanan Ini) menjadi aturan dan ketentuan yang berlaku di antara PT APPKEY (yang selanjutnya disebut “Perusahaan”) dengan Kontraktor.
BAB I KETENTUAN UMUM

Pasai 1 (Tujuan Perjanjian)

Perjanjian ini bertujuan untuk menentukan hal-hal detail dalam hal penggunaan layanan ini.
Pasal 2 (Definisi Istilah)

Makna istilah-istilah yang digunakan dalam perjanjian ini adalah sebagai berikut:
1. Perjanjian ini : Perjanjian tentang penjualan dan penyediaan layanan ini yang ditentukan dan harus dipatuhi oleh perusahaan dan kontraktor.
2. Distributor: Orang yang dapat menyimpulkan perjanjian ini dengan kami berdasarkan persyaratan kontrak ini dan menjual / menawarkan layanan ini (nama perusahaan / nama organisasi yang terdaftar sebagai entitas yang memasuki kontrak ini pada saat penandatanganan kontrak ini: nama individu).
3. Layanan penggunaan: Ketika distributor menjual / menyediakan layanan ini untuk pengguna, nama layanan ditentukan secara terpisah sesuai dengan prosedur yang ditentukan oleh Perusahaan. Namun, layanan penggunaan adalah layanan yang dibuat oleh distributor sesuai dengan persyaratan layanan yang ditetapkan secara terpisah oleh Perusahaan (selanjutnya disebut “Persyaratan Penggunaan Layanan ini”),
4. Pengguna: Orang yang menerima layanan dengan menandatangani kontrak penggunaan (selanjutnya disebut “kontrak penggunaan individual”) berdasarkan persyaratan layanan individual yang ditentukan secara terpisah dari Distributor.
5. Kontraktor dan lain-lain: Distributor dan pengguna layanan ini
6. Ketentuan layanan: Hal-hal yang akan ditentukan oleh perusahaan kepada distributor secara terpisah dari ketentuan ini antara lain seperti nama, spesifikasi, jenis, harga, kuantitas, tanggal pengiriman, tempat pengiriman, kondisi pengiriman, dll. Hal ini selanjutnya disebut sebagai kontrak individu. Kontrak individu dari ketentuan layanan ini dapat disepakati melalui media e-mail atau dalam bentuk dokumen tertulis untuk dikirim oleh Perusahaan kepada Distributor.
7. Kontrak Individu: Distributor menyampaikan pesanan kepada Perusahaan melalui formulir pemesanan yang ditentukan secara eksplisit yang menyebutkan hal-hal yang ditentukan oleh distributor seperti nama produk, spesifikasi, jenis, kuantitas, harga, tanggal pengiriman, tempat pengiriman, kondisi pengiriman. Kontrak individu ini mulai dibuat setelah distributor mengirimkan formulir pemesanan kepada perusahaan melalui email atau dokumen tertulis lainnya.
BAB II PROSES PENANDATANGANAN KONTRAK

Pasal 3. (Dokumen yang harus diserahkan)

1. Setelah menandatangani perjanjian ini, distributor harus menyerahkan dokumen yang dipersyaratkan oleh perusahaan (yang selanjutnya disebut sebagai “Dokumen Tertulis”) kepada perusahaan. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas penundaan prosedur pendaftaran kerja sama selanjutnya yang diakibatkan oleh tidak lengkapnya dokumen yang dipersyaratkan.
2. Sehubungan dengan dokumen yang disebutkan pada butir 1 perjanjian ini, perusahaan tidak akan mengembalikan dokumen-dokumen yang telah diterima dari distributor meskipun perjanjian in berakhir karena jangka waktu, penghentian ataupun alasan lainnya.

Pasal 4 (Tentang Persyaratan Kontrak)

Perjanjian ini dibuat berdasarkan hal-hal yang tersebut berikut ini:
1. Calon distributor yang ingin menggunakan layanan ini wajib menyetujui syarat dan ketentuan yang tertera di dalam perjanjian ini.
2. Calon distributor yang ingin menggunakan layanan ini wajib menyetujui syarat penggunaan layanan ini.
3. Calon distributor wajib menyerahkan dokumen yang disebutkan pada Pasal 3 dalam perjanjian ini.
4. Untuk menjadi distributor, calon distributor wajib membayar biaya pengaturan awal yang ditentukan pada Pasal 15.
5. Perusahaan kemudian menyetujui permintaan dari calon distributor setelah persyaratan dilengkapi.
Pasal 5. (Perusahaan Tidak Menyetujui Permintaan Calon Distributor)

1. Perusahaan mungkin tidak menyetujui permintaan calon distributor berdasarkan alasan-alasan yang tersebut di bawah ini:
1. Apabila distributor yang menggunakan layanan ini melanggar perjanjian ini atau ketentuan penggunaan layanan.
2. Apabila distributor terlambat atau melakukan penundaan terhadap pelaksanaan kewajibannya dalam hal apapun kepada perusahaan.
3. Apabila distributor memberikan data, informasi, dan pernyataan palsu kepada perusahaan pada saat proses penandatanganan kontrak ini.
4. Apabila calon distributor adalah anak di bawah umur, belum dewasa, orang yang sedang di bawah perlindungan, kekurangan kemampuan untuk memenuhi ketentuan kontrak ini, tidak adanya persetujuan atau konfirmasi dari perwakilan hukum atau pemiliki izin lainnya.
5. Apabila penyalur adalah organisasi antisosial atau adalah anggota organisasi antisosial.
6. Apabila perusahaan mengalami masalah atau risiko gangguan selain hal-hal yang disebutkan pada bait sebelumnya.
2. Dalam kasus yang disebutkan pada bait sebelumnya, perusahaan bebas untuk tidak memberitahukan alasan penolakannya kepada calon distributor.
BAB III LAYANAN INI

Pasal 6 (Hak untuk menyetujui distributor)

Sesuai dengan perjanjian ini, perusahaan akan menyetujui permintaan sebagai distributor dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Distributor dapat membuat kontrak secara terpisah dengan pelanggan yang diperoleh oleh distributor, dan perusahaan hanya akan melakukan kontrak dengan distributor.
2. Distributor berhak dan bebas mengatur kontrak dan metode penjualan kepada pelanggan dengan tetap berpegang pada ketentuan penggunaan dan metode penjualan dari layanan ini.
3. Distributor dapat dan berhak menentukan harga jual kembali dari layanan ini, namun dengan ketentuan bahwa distributor hanya menjual sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan.
4. Distributor berhak mendapat bayaran dari pelanggan yang diperoleh oleh distributor.
5. Distributor berhak dan wajib memprioritaskan untuk memberikan layanan dan menjawab pertanyaan dari pelanggan tentang penggunaan layanan ini.
6. Distributor berhak untuk menentukan nama layanan yang dijual atau diberikan kepada pengguna sesuai dengan prosedur yang ditentukan secara terpisah oleh perusahaan.
Pasal 7 (Tentang Kepemilikan Kekayaan Intelektual)

Semua layanan ini dan semua isinya (termasuk perangkat lunak aplikasi dan panduan yang menyertainya, dan lain-lain yang digunakan di dalam layanan ini), otoritas dan profitnya menjadi milik perusahaan, kecuali data individual lainnya yang dikumpulkan oleh distributor melalui layanan ini, kak cipta dan semua hak kekayaan intelektual tersebut menjadi milik perusahaan dan tidak diserahkan kepada distributor.
Pasal 8 (Sub Kontrak)

1. Perusahaan atas dasar kebijaksanaan perusahaan, dapat kembali mempercayakan semua atau sebagian dari bisnis yang diperlukan untuk penyediaan layanan ini kepada pihak ketiga.
2. Dalam kasus sebagaimana dimaksud pada ayat sebelumnya, di samping Pasal 20 (Kerahasiaan Informasi) dan Pasal 21 (Penanganan Informasi Pribadi), Perusahaan harus memberitahukan kembali permohonannya (selanjutnya disebut “re-entrustee”). Kami akan menganggap kewajiban yang sama dengan kewajiban kami berdasarkan ketentuan perjanjian ini mengenai kinerja bisnis.
Pasal 9 (Alat manajemen)

1. Perusahaan menyediakan alat manajemen yang dapat digunakan oleh distributor untuk mengelola layanan ini.
2. Distributor hanya dapat menggunakan alat manajemen yang telah disediakan oleh perusahaan untuk melakukan penjualan kepada pelanggan untuk domain yang ditentukan pada akhir kontrak ini, atau dapat digunakan pada domain yang telah diubah sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan.
3. Penyediaan alat manajemen yang kami buat ke distributor berdasarkan paragraf 1 tidak menyatakan secara tersurat atau tersirat bahwa kami akan mengalihkan hak cipta perusahaan kami mengenai alat manajemen ke distributor. Distributor tidak dapat menggunakan alat manajemen yang disediakan oleh Perusahaan kecuali untuk tujuan dan metode yang ditentukan pada paragraf sebelumnya.
Pasal 10 (Pengelolaan kata sandi, dll)

1. Distributor wajib mengelola dengan cara yang tepat dan baik ID pengguna dan kata sandi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk distributor (yang selanjutnya disebut sebagai “kata sandi dan lain-lain”) dan menjaganya agar tidak bocor kepada pihak ketiga lainnya.
2. Perusahaan menggunakan sistem (yang selanjutnya disebut “sistem verifikasi kata sandi”) untuk memastikan apakah orang yang mengakses layanan ini memiliki otoritas akses, dengan meminta yang bersangkutan untuk memasukkan ID pengguna dan kata sandi pada saat mengakses layanan ini. Apabila karakter yang menyusun ID pengguna dan kata sandi yang dimasukkan sesuai, maka yang bersangkutan dianggap memiliki otoritas akses.
3. Perusahaan tidak bertanggung jawab apapun atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap distributor maupun pihak ketiga akibat penggunaan secara ilegal kata sandi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk distributor maupun kata sandi yang dikeluarkan oleh distributor untuk pengguna. Selain itu, perusahaan juga tidak bertanggung jawab atas kerusakan apapun yang timbul pada distributor akibat kesalahan pengoperasian sistem verifikasi kata sandi dari pihak ketiga atau akses yang tidak sah ke server perusahaan.
4. Distributor bertanggung jawab untuk memberikan kompensasi terhadap kerusakan yang terjadi kepada perusahaan yang diakibatkan oleh pengelolaan kata sandi yang tidak tepat dan lain-lain yang ditentukan pada ayat 1 pasal ini.
Pasal 11 (Sengketa antar distributor, pengguna dan pihak ketiga)

1. Distributor dengan itikad baik wajib bertanggung jawab atas sengketa yang terjadi yang disebabkan oleh pengguna atau pihak ketiga seperti pelanggaran privasi, kesalahan dalam menggunakan domain dan kesalahan lainnya pada saat menggunakan layanan ini.
2. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas perselisihan yang terjadi antara distributor, pengguna dan pihak ketiga lainnya. Selain itu, perusahaan juga tidak akan membebaskan, mengurangi atau mengembalikan biaya penggunaan layanan ini kepada distributor bahkan jika distributor tidak menerima bayaran yang seharusnya diterima dari pengguna.
Pasal 12 (Larangan Penjualan Kembali)

Pengguna tidak dapat mendistribusikan layanan ini secara gratis maupun berbayar.
Pasal 13 (Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan penggunaan Internet)

1. Dalam metode periklanan untuk menjual layanan ini, kami melarang tindakan yang dilarang oleh undang-undang atau tindakan yang bertentangan dengan ketertiban umum dan moral.
2. Semua pihak yang berhubungan dengan penggunaan layanan ini harus mematuhi tata krama dalam praktik penggunaan internet, seperti larangan untuk pengiriman email spam.
Pasal 14 (Larangan membocorkan rahasia dagang, dll.)

1. Distributor dilarang untuk menggunakan/mengungkapkan tanpa izin isi informasi tentang teknis bisnis yang berhubungan dengan layanan ini yang tidak diketahui publik atau oleh pelanggan, terlepas dari apakah informasi tersebut merupakan informasi rahasia.
2. Ketentuan yang disebutkan pada ayat sebelumnya tetap berlaku bahkan setelah perjanjian ini dihentikan.
3. Pada akhir kontrak penggunaan layanan ini, distributor wajib menghapus informasi yang diperoleh dari perusahaan. Dan bagian-bagian yang tidak dapat dihapus harus dikembalikan sepenuhnya kepada perusahaan dengan segera tanpa menunda.
BAB IV BIAYA

Pasal 15 (Jenis Biaya)

1. Biaya untuk penggunaan layanan ini yang harus dibayar oleh distributor adalah sebagai berikut:
a. Biaya pengaturan awal
b. Biaya pemakaian
2. Biaya pengaturan awal harus dibayar lunas pada saat mengajukan permohonan kontrak ini.
3. Biaya penggunaan yang ditentukan secara terpisah oleh perusahaan harus dibayar dengan metode yang telah ditentukan secara terpisah oleh perusahaan.
4. Perusahaan dapat menagih biaya penggunaan layanan ini kepada distributor apabila distributor ditemukan telah menjual layanan ini tanpa mengikuti prosedur yang ditentukan oleh perusahaan. Namun apabila distributor menjual layanan ini kepada pengguna yang pernah menggunakan layanan ini, perusahaan akan melakukan perubahan sesuai dengan prosedur yang ditentukan oleh perusahaan.
5. Distributor bertanggung jawab atas penggunaan layanan ini dan semua biaya yang timbul seperti biaya admin bank dan biaya-biaya lainnya.
6. Sehubungan dengan Biaya Pengaturan Awal yang disebutkan pada butir 1.a di atas, Perusahaan tidak melakukan pengembalian biaya yang telah dibayarkan oleh distributor kepada perusahaan untuk alasan apapun.
Pasal 16 (Harga)

1. Perusahaan akan menentukan biaya penggunaan layanan ini di awal dan menyampaikannya dengan cara yang tepat kepada distributor.
2. Perusahaan dapat mengubah harga-harga yang disebutkan pada ayat sebelumnya dengan pemberitahuan terlebih dahulu. Harga yang mengalami perubahan akan disampaikan kepada distributor dengan cara yang tepat. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami oleh distributor atas hal tersebut.
Pasal 17 (Bunga Terlambat)

1. Jika distributor tidak melakukan pembayaran sampai dengan tanggal jatuh tempo dan melebihi tanggal pembayaran layanan yang telah ditentukan, maka distributor akan bunga sebagai sanksi atas keterlambatan pembayaran. Sehubungan dengan hal tersebut, bunga yang dikenakan mencapai 30% per tahun dari seluruh jumlah pembayaran yang tertunda.
2. Jika fraksi yang timbul kurang dari atau sama dengan Rp.1.000 pada saat penghitungan terkait dengan ayat sebelumnya, perusahaan dapat meniadakan jumlah tersebut.
BAB V LAYANAN DUKUNGAN

Pasal 18 (Dukungan)

1. Pada prinsipnya, distributor wajib memberikan tanggapan terhadap pertanyaan dari pengguna sehubungan dengan penggunaan layanan ini sebagai bentuk tanggung jawab distributor dalam upayanya untuk memecahkan masalah. Perusahaan tidak memberi dukungan apapun dalam komunikasi antara distributor dengan pengguna layanan.
2. Perusahaan akan memberikan dukungan kepada distributor dengan cara yang telah ditentukan oleh perusahaan tentang bagaimana mengoperasikan layanan ini.
Pasal 19 (Situs WEB Promosi)

1. Sebagain alat promosi produk, perusahaan dapat menawarkan pembuatan situs WEB untuk promosi dan penjualan (yang selanjutnya disebut dengan “WEB”) kepada distributor dengan biaya tambahan, untuk memperkenalkan layanan yang diberikan oleh perusahaan.
2. Konten dari WEB ini tidak ditentukan oleh pihak distributor namun akan ditentukan oleh perusahaan.
3. Distributor hanya dapat menggunakan WEB ini untuk menjual layanan ini kepada pelanggan.
4. Sehubungan dengan yang disebutkan pada ayat 1, penyediaan WEB promosi untuk distributor ini tidak berarti menyerahkan hak cipta pembuatan WEB kepada distributor secara tersurat maupun tersirat. Distributor tidak dapat menggunakan WEB yang disediakan oleh perusahaan kecuali dengan cara dan untuk hal yang disebutkan dalam ayat sebelumnya.
Pasal 20 (Kerahasiaan)

1. Distributor harus menentukan secara tertulis bahwa segala informasi teknis, bisnis dan lainnya yang disediakan oleh distributor atau customer untuk pelaksanaan layanan ini adalah rahasia secara jelas termasuk ruang lingkupnya. Perusahaan tidak akan menyebarkan informasi (yang selanjutnya disebut “Informasi Rahasia”) tersebut kepada pihak ketiga. Namun perusahaan tidak wajib untuk menjaga kerahasiaan terhadap informasi yang tersebut sebagai berikut:
a. Informasi sudah diketahui tanpa kewajiban menjaga kerahasiaan
b. Informasi yang diperoleh secara sah dari pihak ketiga tanpa kewajiban menjaga kerahasiaan
c. Terlepas dari informasi yang diberikan oleh pengguna, informasi yang dikembangkan secara independen.
d. Informasi yang telah diketahui publik tanpa melanggar Perjanjian ini sebelum atau sesudah diterimanya
e. Informasi yang disediakan bukan sebagai informasi rahasia yang disebutkan di dalam perjanjian ini.
2. Terlepas dari ketentuan yang disebutkan pada ayat sebelumnya, perusahaan harus mengungkapkan informasi berdasarkan hukum dan ketentuan resmi tentang informasi rahasia, dan dapat menjelaskan tujuan pengungkapannya kepada publik berdasarkan ketentuan hukum dan tata cara yang tepat. Dalam hal ini, sebelum melakukan pengungkapan perusahaan akan memberitahukan terlebih dahulu kepada pengguna dengan cara yang tepat. Apabila pemberitahuan tidak bisa dilakukan sebelumnya, maka perusahaan akan memberitahukan kepada pengguna segera setelah pengungkapan dilakukan.
3. Perusahaan harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengelola Informasi Rahasia tersebut.
4. Perusahaan hanya dapat menggunakan, menduplikasi atau memodifikasi (yang selanjutnya disebut “mereproduksi”) informasi rahasia yang diterima dari pengguna dalam bentuk dokumen atau sejenisnya (yang selanjutnya disebut “dokumen, dll”) dalam lingkup yang diperlukan untuk bisa menjalankan layanan ini. Dalam hal ini, perusahaan akan memperlakukan informasi rahasia yang diduplikasi tersebut sebagai informasi rahasia yang ditentukan dalam Pasal ini. Jika menyalin atau sejenisnya di luar lingkup yang diperlukan untuk kinerja layanan ini, perusahaan sebelumnya harus mendapatkan persetujuan tertulis dari pengguna.
5. Terlepas dari ketentuan yang disebutkan pada ayat sebelumnya, perusahaan dapat mengungkapkan informasi rahasia dari distributor atau pengguna kepada subkontraktor untuk pengalihan tugas tanpa persetujuan tertulis sebelumnya apabila dianggap perlu. Namun dalam hal ini, perusahaan mengharuskan subkontraktor untuk menjaga kerahasiaan secara setara dengan perusahaan dengan cara yang disebutkan dalam perjanjian ini.
Pasal 21 (Penanganan Informasi Pribadi)

1. Untuk melaksanakan layanan ini, Perusahaan harus mengumpulkan Informasi Pribadi (informasi yang disediakan dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Informasi Pribadi, yang selanjutnya disebut “Informasi Pribadi”) yang terdapat dalam bisnis atau informasi bisnis lainnya yang disediakan oleh distributor atau pengguna ) yang akan digunakan dalam lingkup tujuan hanya untuk pelaksanaan layanan ini dan tidak boleh diungkapkan atau bocor ke pihak ketiga dan harus mematuhi undang-undang dan peraturan yang relevan termasuk undang-undang perlindungan informasi pribadi mengenai informasi pribadi.
2. Untuk penanganan informasi pribadi, ayat 4 pada Pasal 20 (Tentang Kerahasiaan) berlaku secara mutatis dan mutandis.
3. Ketentuan yang disebutkan di dalam Pasal ini akan tetap berlaku bahkan setelah penghentian layanan ini.
BAB VI PERPANJANGAN KONTRAK, PENGHENTIAN, DLL

Pasal 22 (Tanggal Jatuh Jempo Kontrak)

Perjanjian ini akan diperpanjang secara otomatis apabila tidak satu pihak pun (baik perusahaan maupun distributor) memberitahukan untuk mengakhiri perjanjian ini dengan cara yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Pasal 23 (pemberitahuan Perubahan)

1. Distributor wajib memberitahukan perubahan yang terjadi terhadap semua atau sebagian informasi (dalam bentuk dokumen, dll.) yang telah diajukan kepada perusahaan pada saat melakukan perjanjian ini dengan cara yang telah ditentukan oleh perusahaan.
2. Ketentuan yang terdapat di dalam kontrak tidak akan mengalami perubahan, sebelum data-data yang mengalami perubahan diterima secara keseluruhan oleh perusahaan. Perusahaan tidak akan bertanggung jawab atas gangguan dan atau kerusakan yang dialami oleh distributor yang diakibatkan oleh hal tersebut.
3. Setelah menerima pemberitahuan perubahan dari distributor berdasarkan ayat 1, perusahaan akan memberikan bukti resmi tertulis yang menyatakan perubahan data tersebut.
4. Dalam hal melakukan perubahan atas merek dagang, distributor harus menyerahkan salinan register yang disahkan setelah perubahan dan sertifikat pada saat melakukan pemberitahuan berdasarkan ayat 1.
Pasal 24 (Rilis oleh dealer)

1. Distributor dapat membatalkan perjanjian ini dengan melakukan pemberitahuan terlebih dahulu. Perusahaan akan memproses penghentian penggunaan layanan ini pada akhir bulan ke-2 setelah distributor mengirimkan pemberitahuan.
2. Dalam hal proses pembatalan yang diatur dalam paragraf sebelumnya, distributor bertanggung jawab untuk menanggapi pengguna, mengatur dan mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan layanan terpisah. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas kerusakan dana tau gangguan yang terjadi pada distributor, pengguna dan pihak ketiga lainnya yang diakibatkan oleh ha ini.
3. Jika dealer membuat pembatalan yang ditentukan di bagian ini, piutang dan kerusakan pada pengguna akan bertahan, dan dealer akan diminta untuk mengganti semua atau sebagian dari biaya yang ditentukan dan lain-lain yang telah dibayarkan kepada perusahaan.
Pasal 25 (Pembatalan oleh Perusahaan)

1. Atas alasan yang tersebut di bawah ini, perusahaan dapat membatalkan kontrak penggunaan layanan segera tanpa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu.
a. Apabila distributor melanggar kewajiban yang ditetapkan dalam perjanjian ini.
b. Apabila tagihan, cek atau surat berharga lainnya yang disampaikan oleh distributor ke Perusahaan untuk pembayaran biaya yang ditentukan atau sejenisnya tidak sah.
c. Apabila distributor tidak membayar biaya penggunaan layanan ini sampai pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.
d. Ketika distributor mengalami kebangkrutan
e. Apabila distributor memberikan informasi yang salah kepada perusahaan.
f. Apabila distributor adalah organisasi antisosial atau anggota dari organisasi antisosial.
g. Selain kasus-kasus yang tersebut di atas, apabila perusahaan mengalami hambatan serius dalam bisnis atau ada risiko hambatan yang serius.
2. Jika Perusahaan melakukan pembatalan yang diatur dalam bagian ini, Persetujuan ini akan berakhir pada saat pemberitahuan pembatalan sampai ke distributor.
3. Bahkan jika perusahaan melakukan pembatalan seperti yang ditentukan di bagian ini, perusahaan tidak akan kehilangan hak klaim pembayaran kepada distributor.
Pasal 26 (Pengakhiran Kontrak dan Kewajiban Ganti Rugi)

1. Jika perusahaan mengalami kerugian, kerusakan dan gangguan akibat tindakan ilegal yang bertentangan dengan perjanjian ini dari distributor, perusahaan dapat mengklaim ganti rugi kepada distributor.
2. Perusahaan dapat menghapus informasi yang diposting oleh distributor, menghentikan kualifikasinya. Berkenaan dengan penghapusan, penangguhan atau penghentian distributor dari layanan ini perusahaan tidak berkewajiban untuk memberikan kompensasi terhadap kepada distributor. Jika distributor melanggar salah satu persyaratan dan ketentuan perjanjian ini, kami dapat membatalkan perjanjian ini. Selain itu, distributor wajib menghapus semua konten dari layanan ini. Apabila gangguan atau kerusakan terjadi akibat pelanggaran kontrak oleh distributor baik secara langsung maupun tidak langsung, perusahaan dapat mengklaim hal tersebut kepada distributor.
BAB VII PENYELESAIAN SENGKETA, DLL

Pasal 27 (Hukum yang Mengatur)

Hukum yang berlaku untuk kontrak ini adalah hukum dan peraturan di Indonesia.
Pasal 28 (Yurisdiksi)

Sehubungan dengan sengketa yang terjadi karena kontrak ini, perusahaan menjadikan pengadilan negeri di Bali sebagai pengadilan yurisdiksi eksklusif pada tingkat pertama. Pengadilan lainnya tidak berlaku dalam perjanjian ini.
Pasal 29 (Upaya penyelesaian sengketa)

Ketika terjadi perselisihan sehubungan dengan Perjanjian ini, masing-masing pihak harus melakukan upaya untuk menyelesaikannya dengan niat baik berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
BAB VIII REVISI PERJANJIAN

Pasal 30 (Revisi Perjanjian)

1. Kami dapat merevisi ketentuan Perjanjian ini dengan menentukan tanggal pelaksanaannya. Dalam hal ini, isi Persetujuan ini akan diubah sejak tanggal pelaksanaannya sesuai dengan isi revisi. Selain itu, kami akan dapat merevisi Perjanjian ini tanpa mendapatkan persetujuan dari distributor.
2. Sehubungan dengan Perjanjian ini setelah revisi, kecuali ditentukan oleh Perusahaan, hal itu akan berlaku sejak informasi tersebut diposting di situs kami.

 
 

Effective: May 12, 2018
Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk apa pun.